Karena regionalnya di ITS jadi repositorynya pake mirror ITS, Thank to Mas Surya yang sudah buat CD debian livenya.
Ok, kita langsung saja.
- Pertama kali install langsung booting dari CD,
- Setelah masuk shell sebagai user, login sebagai super user dengan perintah
user@debian :~$ sudo bash
- Setelah masuk sebagai super user, edit file path repository
root@debian :~# vim /etc/apt/sources.list
- Tambahkan line berikut
deb http://mirror.its.ac.id/debian lenny main non-free contrib
- Repository sesuaikan dengan repository terdekat.
root@debian:~# apt-get update
- Install cdebootstrap dari repository.
root@debian:~# apt-get install cdebootstrap
cdebootstrap ini digunakan untuk mendownload paket base system dari file repository - Buat direktori untuk melakukan mount partisi yang akan diinstall linux atau bisa menggunakan direktori yang sudah ada seperti /mnt , kalau punya saya di /dev/sda6
root@debian:~#mount /dev/sda6 /mnt
- Download base system dari file repository dengan menggunakan cdebootstrap
Untuk arsitektur mesin bisa diganti karena punya saya amd64 jadi pake amd64, untuk SUITE saya isi sid (codename untuk versi unstable debian).root@debian:~# cdebootstrap --arch amd64 sid /mnt/ http://mirror.its.ac.id/debian
- Kalau proses sudah selesai, cek pada direktori TARGET di /mnt kalau proses cdebootstrap sukses maka direktori system sudah terbentuk.
root@debian:~# ls /mnt
bin core etc tmp boot home lib mnt root srv usr
dev lib64 opt sbin sys var - karena system sudah terbentuk, chroot ke folder target
root@server-common:/# chroot /mnt
- Nah sekarang kita sudah berapa pada system kita yang baru dari HDD kita, setting file path repositorynya seperti pada langkah no 3 dan 4
- update paket dengan apt-get update seperti pada langkah no 5
- search paket kernel dengan command
root@server-common:/# apt-cache search linux-image
- Cari kernel linux yang sesuai dengan arsitektur komputer / laptop, kalau punya saya linux-image-2.6.26-1-amd64
- Pada proses installasi akan ada pertanyaan untuk menambahkan do_inidrd = Yes pada file /etc/kernel.conf (correct me if wrong), karena file tersebut belum terbentuk biarkan proses installasi selesai, setelah proses instalasi selesai baru tambahkan pada file tersebut.
- trus setting file fstab (untuk melakukan mounting), yang satu ini harud dilakukan secara manual lho...
root@debian:/# vim /etc/fstab
tambahkan file tersebut denga line berikut/dev/sda6 / jfs defaults 1 1
untuk lebih jelas lihat di manual fstab - Kalau sudah install grubnya, tapi pertama harus keluar dari chroot dulu ketik command ini
root@debian:/# exit or tekan aja "ctrl+d"
- Nah sekarang kita berada di environment Live CD, install grub loader dengan perintah
root@debian:/# apt-get install grub
- Kemudian install grub pada direktori target
root@debian:/# grub-install root=/mnt /dev/sda
- Ok kemudian reboot, do not forget to remove your CD
- Nah sekarang kita booting dari HDD kita, dan masuk ke grub yang belum ada listnya
GNU GRUB version 0.97 (640K lower / 3072K upper memory)
[ Minimal BASH-like line editing is supported. For
the first word, TAB lists possible command
completions. Anywhere else TAB lists the possible
completions of a device/filename. ]
grub> - Ok, sekarang kita memilih root hardisk dengan perintah
grub> root (hd0, 5) //letak partisi linux
hd0 - Maksutnya hardisk ke 0, jadi misal kita punya beberapa Hardisk maka nanti bisa hd0, hd1..dst
,5 - Maksutnya partisi dalam hardisk - Sekarang load kernel dan menentukan root linux denga perintah
grub> kernel=(hd0,5)/vmlinuz root=/dev/sda6
- Loading initrdnya sekarang
grub> initrd=(hd0,5)/initrd.img
- Lakukan booting dengan perintah
grub> boot
- Nah sekarang anda telah memiliki linux anda sendiri...
- Login sebagai root, install grub - lakukan update-grub dan install paket yang di inginkan
- Jangan lupa mount device di tambahkan di fstab ya
